Terungkap! Ini Penyebab Bangkok Alami Dampak Parah dari Gempa Myanmar
Bangkok, Thailand – Gempa dahsyat yang mengguncang Myanmar baru-baru ini tidak hanya berdampak di negara asalnya, tetapi juga terasa kuat di ibu kota Thailand, Bangkok. Banyak gedung tinggi bergoyang, warga panik, dan laporan kerusakan mulai bermunculan. Lantas, apa penyebab Bangkok mengalami dampak yang begitu parah dari gempa tersebut?
Gempa Myanmar dan Guncangan ke Bangkok
Gempa berkekuatan 6,5 skala Richter mengguncang Myanmar bagian utara pada Selasa malam. Pusat gempa berada di kedalaman sekitar 10 kilometer, sehingga gelombang seismik dengan mudah menyebar ke wilayah sekitar, termasuk Thailand. Bangkok, yang berjarak sekitar 800 kilometer dari episentrum, tetap merasakan guncangan yang cukup signifikan.
Menurut para ahli seismologi, karakteristik tanah di Bangkok menjadi salah satu faktor utama yang memperparah dampak gempa ini. Kota ini dibangun di atas tanah aluvial yang lunak, yang dikenal dapat memperkuat gelombang seismik. Akibatnya, meskipun jaraknya cukup jauh dari pusat gempa, efek getaran tetap terasa lebih kuat.
Tanah Lunak Memperkuat Getaran
Tanah di Bangkok terdiri dari lapisan sedimen yang tebal, yang berperan seperti spons dalam menangkap dan memperpanjang durasi getaran gempa. Fenomena ini disebut sebagai "efek amplifikasi tanah lunak." Hal inilah yang menyebabkan bangunan tinggi di Bangkok bergoyang lebih lama dibandingkan daerah dengan tanah yang lebih padat dan stabil.
Seorang pakar geologi dari Universitas Chulalongkorn, Dr. Wichai Suraswadi, menjelaskan, "Bangkok sangat rentan terhadap guncangan gempa karena kondisi tanahnya. Meskipun pusat gempa jauh, gelombang seismik bisa diperkuat dan menyebabkan getaran yang signifikan di kota ini."
Kerusakan dan Respons Pemerintah
Akibat gempa ini, beberapa gedung perkantoran dan apartemen tinggi di Bangkok melaporkan kerusakan ringan, seperti retakan pada dinding dan langit-langit. Selain itu, banyak warga melaporkan merasakan guncangan selama beberapa detik, yang memicu kepanikan di berbagai kawasan.
Pemerintah Thailand segera mengerahkan tim inspeksi bangunan untuk memeriksa kondisi gedung-gedung tinggi dan memastikan keselamatan warga. Sementara itu, otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur evakuasi jika terjadi gempa susulan.
Waspada Potensi Gempa di Masa Depan
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi di Bangkok, meskipun kota ini bukan berada di jalur utama patahan seismik. Para ahli menyarankan agar pemerintah terus meningkatkan standar bangunan tahan gempa serta memperkuat infrastruktur agar mampu menahan guncangan lebih baik di masa depan.
"Kami perlu memikirkan kebijakan jangka panjang terkait konstruksi dan mitigasi bencana di Bangkok. Gempa bumi mungkin jarang terjadi di sini, tetapi dampaknya bisa sangat besar jika tidak dipersiapkan dengan baik," tambah Dr. Wichai.
Dengan kondisi geologi yang unik dan kemungkinan gempa dari negara tetangga, Bangkok harus tetap waspada terhadap potensi bencana di masa mendatang. Pemerintah dan masyarakat perlu terus meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan demi mengurangi risiko yang bisa terjadi akibat gempa bumi.